Pengobatan Rambut Rontok

Pengobatan Rambut Rontok

Rambut rontok terakhir tidak membutuhkan khusus. Namun karena bisa memengaruhi kepercayaan diri, banyak penderitanya yang berusaha mencari bantuan medis demi memperbaiki penampilan.

Wig

Penggunaan wig merupakan langkah penanganan yang paling praktis. Pilihannya juga beragam, ada wig yang terbuat dari rambut asli dan ada yang dari bahan sintetis.

Walau harganya tergolong lebih mahal, wig dari rambut asli lebih banyak digunakan karena bentuk dan teksturnya yang alami. Jenis wig ini dapat bertahan selama sekitar empat tahun, tapi membutuhkan perawatan khusus dari penata rambut profesional.

Sedangkan wig sintetis lebih terjangkau dan mudah dirawat. Bahan wig termurah biasanya terbuat dari akrilik. Tetapi jenis wig ini hanya dapat bertahan selama 6-10 bulan sehingga harus lebih sering diganti. Wig ini juga dapat menyebabkan panas dan gatal-gatal di kepala.

Obat-obatan

Berikut ini beberapa jenis obat yang mungkin akan disarankan oleh dokter untuk mengatasi rambut rontok.http://www.geminifarma.com/pengobatan-rambut-rontok/

Losion minoxidil

Untuk merasakan manfaat obat ini, Anda dianjurkan untuk menggunakannya dengan dioleskan ke kulit kepala dua kali sehari, minimal dalam jangka waktu 12 minggu hingga waktu yang ditentukan dokter. Pengobatan ini dapat membantu menangani kebotakan pada pria dan wanita, tapi cenderung lebih efektif untuk wanita. Pemulihan biasanya terlihat setelah 16 minggu hingga setahun pemakaian, tergantung dari kondisi yang dialami pasien.

Lotion Minoxidil ini dipercaya dapat memulihkan berbagai jenis kondisi kebotakan, namun belum terbukti ampuh untuk penanganan alopesia aerata. Hindari penggunaan bagi pasien dibawah usia 18 tahun.

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan Minoxidil adalah iritasi kulit kepala, pertumbuhan rambut disekitar wajah dan tangan, hingga peningkatan denyut jantung (takikardia).

Tablet finasteride

Obat ini terbukti efektif untuk menangani kebotakan pada pria karena secara spesifik berfungsi untuk mencegah perubahan hormon testosteron menjadi dihydrotestosterone (DHT) yang menjadi penyebab kebotakan. Walau sangat jarang terjadi, finasteride memiliki efek samping penurunan gairah seks, disfungsi ereksi hingga berpotensi mengalami kanker prostat.

Obat ini dikonsumsi setiap hari dan manfaatnya akan terlihat setelah digunakan selama 3- 6 bulan. Tetapi jika pemakaian dihentikan, rambut akan kembali rontok dalam hitungan bulan. Wanita hamil disarankan untuk menghindari menyentuh tablet yang sudah pecah karena dapat membahayakan.

Terapi steroid

Terapi steroid ditujukan khusus untuk menangani kerontokan rambut jenis alopesia areata, yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang akar rambut. Penanganannya secara umum bertujuan untuk menekan kinerja kekebalan tubuh penderitanya. Jenis kerontokan ini tidak permanen dan sebagian besar rambut penderita akan tumbuh kembali setelah satu tahun.

Kortikosteroid mengandung hormon steroid dan bekerja dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Karena itu, obat ini termasuk efektif untuk menangani alopesia areata yang disebabkan oleh kondisi autoimun. Selain menekan kekebalan tubuh, kortikosteroid juga mampu merangsang akar rambut untuk tumbuh kembali.

Terapi kortikosteroid dapat digunakan dengan dua cara, yaitu melalui suntikan atau dioles pada kulit. Larutan kortikosteroid terbukti paling efektif untuk mengatasi pitak di kepala maupun bagian tubuh lain, misalnya alis mata. Namun kefektifan terapi ini hanya bertahan selama terapi dijalankan. Efek samping terapi ini adalah rasa nyeri pada bagian yang disuntik hingga penipisan kulit kepala.

Kortikosteroid yang dioles juga disebut kortikosteroid topikal. Obat ini dapat berupa krim atau salep. Durasi pemakaian yang dianjurkan oleh dokter biasanya adalah 3-4 bulan. Tetapi obat ini tidak dianjurkan untuk pemakaian pada wajah karena potensi efek sampingnya meliputi penipisan kulit serta jerawat.

Imunoterapi

Imunoterapi adalah krim oles yang umumnya digunakan untuk penanganan kondisi rambut rontok parah. Obat yang menggunakan kandungan diphencyprone (DPCP) ini diolesi pada bagian pitak sesuai saran dokter. Umumnya, rambut akan mulai tumbuh dalam 12 minggu, namun tidak lepas adanya kemungkinan efek samping seperti dermatitis, ruam, vitiligo (perubahan warna kulit), hingga kerontokan rambut setelah pengobatan dihentikan.

Mengingat terapi ini cukup sensitif, sangat disarankan untuk menutup kepala dengan topi atau kain selama 24 jam setelah penggunaan agar terhindar dari efek samping.

Terapi sinar ultraviolet

Jika diperlukan, dokter akan menyarankan terapi sinar ultraviolet untuk menekan jumlah kerontokan rambut. Umumnya, sebelum kulit kepala dikenakan sinar ultraviolet A dan B, obat psoralen akan diberikan untuk membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar.

Terapi yang jarang dilakukan ini membutuhkan waktu hingga satu tahun agar hasilnya terlihat, dan tidak lepas dari efek samping seperti mual, perubahan pigmen pada kulit hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

Transplantasi rambut

Proses transplantasi rambut dilakukan secara bertahap dengan jeda sembilan bulan sampai satu tahun di antara beberapa operasinya. Dalam operasi ini, sebagian kecil kulit kepala yang penuh rambut akan diambil lalu dicangkok ke bagian yang botak. Rambut yang sudah dicangkok biasanya akan tumbuh dalam waktu setengah tahun setelah semua proses selesai.

Operasi ini tergolong mahal dan memakan waktu yang cukup lama. Efek sampingnya juga sama seperti operasi pada umumnya, yaitu risiko infeksi dan pendarahan.

Tato

Metode yang disebut dermatografi ini dianggap sebagai salah satu cara yang terbaik bagi pria untuk menumbuhkan rambut rontok. Walau tergolong mahal, hasil tindakan ini dapat terlihat dalam waktu yang singkat dan biasanya tahan lama. Terapi ini dapat digunakan untuk penumbuhan rambut pada alis dan kulit kepala.

sumbr: aladokter.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *