Fenomena Ping Pong Pada IMS

Apa Yang Dimaksud Dengan Fenomena Ping Pong Pada IMS ?

Infeksi menular seksual (IMS) adalah satu kelompok penyakit yang menular melalui hubungan seksual. Apabila seseorang terkena IMS, maka pasangannya sebaiknya juga diobati. Jika tidak, maka IMS akan dapat kembali ditularkan melalui hubungan seksual. Hal inilah yang dinamakan fenomena ping pong. Misalnya IMS terjadi pada pasangan wanita, ia langsung menjalani terapi. Namun ketika sembuh ia kembali terkena IMS, karena ia tidak menyadari bahwa mikroba telah berinkubasi pada pasangan prianya. Jika terkena IMS kedua pasangan harus bersama-sama berobat.

Fenomena Ping Pong Pada IMS

Beberapa jenis IMS yang Paling umum terjadi di Indonesia:

  • Gonore
    Biasa dikenal dengan kencing nanah. Pada pria, gejalanya dapat berupa rasa gatal dan panas di sekitar kelamin, yang disertai rasa nyeri. Sering pula mengeluarkan cairan kuning kehijauan. Pada wanita, Gonore tidak menimbulkan gejala.
  • Infeksi genital nonspesifik
    Organisme penyebabnya yang tersering adalah Chlamydia Trachomatis. Gejala pada pria berupa keluarnya cairan tubuh yang jernih sampai keruh, disertai rasa sakit saat buang air kecil. Sementara pada wanita hanya berupa keputihan.
  • Sifilis
    Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidom. Pada awal penyakit dapat dijumpai luka di kelamin yang dapat sembuh sendiri. Beberapa minggu kemudian muncul berupa ruam di seluruh tubuh, yang juga dapat sembuh spontan. Jika tidak diobati dapat menimbulkan kerusakan hebat pada saluran saraf pusat dan jantung.
  • Herpes Genitalis
    Infeksi ini disebabkan oleh herpes simplex virus, dengan gejala khas berupa lenting yang berkelompok dan terasa nyeri. Penyakit ini bersifat kambuhan.
  • Trikomoniasis
    Penyebabnya adalah infeksi protozoa yang disebut Tri Chomona Vaginalis. Gejala Klinis pada pria berupa keluarnya cairan tubuh yang disertai rasa gatal.

Sementara pada wanita yang terinfeksi, keluhan berupa cairan vagina yang berbau dan berwarna kuning-kehijauan. Ciri lainnya, rasa gatal disertai kemerahan pada vagina, juga rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah.

Oleh: dr. Sylvia Tan, SpKK

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: