Dampak Infeksi Menular Seksual

Persepsi di masyarakat menjadi salah satu pemicunya. Seseorang bisa saja marah karena merasa dikhianati, atau malu karena kedapatan terinfeksi penyakit yang menular akibat hubungan seksual ini.

Dampak Infeksi Menular Seksual

Faktor lainnya:

  • Ketika pasien mengetahui bahwa IMS dapat berkembang menjadi penyakit kronis hingga mengakibatkan kematian. Akan timbul reaksi yang menutup diri, hingga tidak bisa menghargai diri sendiri.
  • Hanya yang sakit saja yang dianjurkan ke dokter. Kondisi demikian dikenal dengan fenomena ping pong, dimana pasangan yang merasa sehat tidak sadar kalau (bisa saja) penularan yang kedua berasal dari dirinya.
  • Hilang respek. Rasa percaya diri seorang pasien IMS akan menurun ketika ia mengetahui telah terinfeksi.
  • Acuh tak acuh dengan isu IMS. Ya, ini memang penyakit yang berkaitan dengan pasangan yang aktif secara seksual. Namun amat disayangkan, isu mengenai penyakitnya masih dianggap sesuatu yang rumit untuk dibahas sehingga tak jarang pasien IMS tidak tahu apakah dirinya tertular atau tidak.

Saatnya berubah!
Tahan untuk menyalahkan pasangan. Jangan mengambil kesimpulan bahwa pasangan Anda telah berkhianat. Pada dasarnya, banyak kondisi yang dapat membuat seseorang terlular IMS, sekalipun pasangan saling setia.

Hal lain yang perlu dipahami yaitu, tugas seorang dokter bukan untuk menghakimi, melainkan menghentikan penularan IMS dari kehidupan anda dan pasangan. Apapun yang diberitahukan pasien kepada dokter/spesialisnya bersifat Rahasia.

Jika sudah tahu tertular, bersegeralah memeriksakan diri. IMS muncul dengan gejala yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, dalam sejumlah kasus malah tidak menimbulkan gejala apa-apa.

Berikan dukungan Anda untuk edukasi 18 And Above. Caranya dengan berpartisipasi mengisi survei di link berikut :bit.ly/kuisioner-ims2

 

Oleh: dr. Sylvia Tan, SpKK

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: